TERJEMAHAN

halaman

Link Terkait

Tags

Aneka olahan kelapa asesoris baju Asesoris Perkawinan Ate Handycraft bale bali Bale saka empat batu tabas karangasem Bokor Kuningan Bokor Perak Bokor slaka Cendera mata bali Cetak beton khas Puri cetak beton wayang Coconut Craft Coconut shell Ecological Product Gazebo Handmade hiasan dinding beton cetak Kain Gringsing Kain Tenganan Kerajinan Ata Karangasem Kerajinan Ate kerajinan Karangasem Kerajinan Pandan kerajinan tangan Kipas Bali kipas bali, kipas unik, weding souvenir kipas Unik Minyak Nilam Organik Mitra Fajar name tag tempurung Pandanus Handycraft Parfum nilam Pengrajin Tenun Plang Nama Ukir Salak Bali salak gula pasir Salak Karangasem Salak Sibetan Tas Ate Kombinasi Tempurung Tas Ate Unik Tenun gringsing Tenun Organik Tenun Warna Alam

Kalender

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

KOPINKRA KARANGASEM

Pilar  Ekonomi Kerakyatan.

Latar Belakang.

Berkembangnya Pembangunan pada sector Bidang Perindag I Karangsem, menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, terbukti dengan banyaknya tumbuh dan berkembang Usaha Ekonomi Kerakyatan, terutama yang berhubungan dengan Industri Kecil atau dikenal dengan Home Industri. Kerajinan di Karangasem sesungguhnya menyimpan Potensi yang sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi kuat dan besar , seperti contoh kerajinan Ata, kerajinan kayu, batu tabas, rontal dll. Mengenai kondisi Pengrajin di Karangasem Bali, product kerajinan sebagian besar diproduksi di rumah masing-masing ( home industri ), yang mana banyak dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Mereka mengerjakan kerajinan sambil bisa menunggu rumah, memasak, menjaga anak-anak ( melaksanakan fungsi ibu rumah tangga ), dan apabila ada kegiatan social kemasyarakatan bisa langsung terlibat dengan masyarakat lainnya. Kerajinan merupakan sector kegiatan yang menyerap tanaga kerja yang cukup banyak, dan sesuai dengan Budaya Bali, yang mayoritas merupakan pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan (handmade).

Dan fakta di Lapangan, dengan Kondisi Geografis Karangasem yang ada diujung Timur yang cukup jauh dari kota Bisnis Denpasar, tidak kena jalur Nasional, dan kondisi SDM yang belum mendukung, mengakibatkan permintaan / Pesanan kerajinan ke Karangasem, masih mengalami mata rantai yang cukup Panjang, sangat jarang pesanan langsung dari Buyer. Hal ini mengakibatkan Pengrajin tidak menikmati keuntungan yang memadai, yang tentunya bisa menambah pendapatan tentunya hal ini akan meningkatkan taraf hidupnya. Sesungguhnya keberadaan sector Industri Kerajinan dalam perjalanannya ada yang sudah terlhat berjalan dengan bagus, karena adanya kerjasama langsung dengan artshop atau exporter, tapi itu hanya sebagian kecil saja, karena mayoritas hasil kerajinan Karangasem, khusus Pelakunya belum punya jaringan pasar akibat keterbatasan informasi dan juga keberadaan mereka masing sifatnya bergerak secara indipidu.

Disamping kondisinya seperti diatas , juga kalaupun pengrajin kita mempunyai jaringan kerjasama, kebanyakan dijual dalam bentuk setengah jadi, belum diphinishing, belum dikasi asesoris, hal ini menyebabkan product Karangasem setelah diphinishing dan dikasi tambahan asesoris, begitu selesai sudah tertera merek Luar Karangasem. Inilah salah satu penyebab banyak Buyer atau Pembeli yang tidak tahu product Karangasem.

Dengan semakin disadarinya peranan dan arti penting dari keberadaan industri kerajinan sebagai suatu usaha pemerataan pendapatan , penciptaan usaha baru, dan merupakan salah satu kegiatan yang merupakan sumber pendapatan, yang dapat mengurangi kemiskinan. Dan keberadaan Pengrajin disadari yang merupakan sector riil , jika Unit- Unit Kerajinan berkembang akan bisa menyerap tenaga kerja dalam upaya mengurangi Pengangguran.

Disamping hal tersebut diatas lahirnya Koperasi karangasem, sebagai wujud kepedulian, wujud kesetiakawanan, wujud idealisme membangun Karangasem, Menumbuhkan Rasa Jengah, mengangkat sector riil tentang Potensi Karangasem. Dalam hal ini mari tinggalkan ego masing masing, buat program secara terpadu dan terintegral, dan digarap secara berkelanjutan.

Permasalahan Pengrajin Karangasem

diantaranya seperti :

1. Product-produt Kerajinan Karangasem, yang diproduksi oleh Pengrajin Karangasem, begitu dipasaran sudah bermerek bukan Karangasem ?

2. Para Pengrajin di Karangsem, masih berjalan sendiri-sendiri, belum ada wadah bersama sebagai sumber informasi, dan komunikasi untuk menjawab permasalahan , baik dalam hal Produksi, Permodalan dan yang terpenting adalah Pemasaran.

3. Kondisi Pengrajin Karangsem khususnya, kebanyakan masih mengerjakan pekerjaan kerajinan setengah Jadi, yang belum diphinishing, atau yang belum diberikan asesoris, sehingga product Karangasem tidak ada yang menggunakan Label Karangsem.

4. Dalam hal berpameran pihak Dinas agak kesulitan menampilkan Pengrajin dan hasil Produksi Kerajinan Karangasem, yang nantinya ada yang menjembatani pasca Pameran.

5. Belum adanya tempat untuk mengenalkan dan mempromosikan product-product baru yang dihasilkan oleh Pengrajin yang bisa ditaruh/ dipajang di showroom dan ditampilkan dengan Media Website / Internet.

Tujuan Dan Sasaran .

Tujuan Membentuk Koperasi Kerajinan :

  1. Untuk memudahkan pihak Dinas Terkait yang berfungsi membina Pengrajin, dan memudahkan Lembaga Dekranasda dalam melakukan Pembinaan dan melakukan Pemberdayaan Pengrajin secara Lintas Sektoral.
  2. Mewujudkan Wadah Pengrajin Wadah untuk mencari solusi bersama dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi Pengrajin. Wadah bersama menjawab persoalan Pengrajin baik dibidang Produksi, Permodalan dan Pemasaran ( Pameran, Brosur )
  1. Sebagai Wadah untuk memperjuangkan bersama dalam hal kebijakan Pemerintah dan Legislatif akan komitment membantu Industri Kerajinan menyangkut tentang Kelembagaan, bahan baku, Permodalan, Produksi dan Pemasaran.
  2. Menyiapkan Wadah Lembaga , yang mana nantinya sudah selesainya Dermaga Cruise dan Pasar Seni di Tanah Ampo ( Manggis ).

Sasaran.

Dasar Hukum , Kebijakan dan Pertimbangan :

Pembentukan Koperasi Kerajinan Karangasem, berpedoman pada Undang, Peraturan dan kebijakan seperti dibawah ini :

Rencana Kegiatan

Badan Hukum , Kelembagaan dan Legalitas :

Tempat Sekretariat dan Permodalan dan Pembuatan Data base Pengrajin.

Produksi , Bahan Baku ,Pelatihan dan Permodalan :

Promosi, Informasi dan Pemasaran .

Khusus dalam hal Informasi dan Promosi Product Pengrajin, Koperasi Kerajinan Karangasem bisa menjembatani disamping bekerjasama dengan Dinas/ Instansi terkait, juga yang tidak kalah pentingnya sekarang, dengan menggunakan Teknologi Informasi berupa Pembuatan dan Pengelolaan Website, yang memuat special product-product Karangasem, yang berbasis Komunitas Pengrajin.

Dengan berapa pertimbangan dan alasan tersebut diatas kami memandang perlu Dekranasda memfasilitasi Pembentukan Koperasi Kerajinan Karangasem, sehingga keberadaan Pengrajin bisa diwadahi oleh Lembaga Koperasi dalam menuju Masyarakat Karangasem yang Sejahtera.

Pengurus Kopinkra Karangasem


energy saving